Mata sayu seorang pandu
bergumul dengan batu
berbasuh peluh penuh sungguh
menatap angkasa biru
haru
kenyataan mengajarkan keteguhan
menghamba Tuhan
kian terang,
aku: insan
tak perlu tekan pekan dan bulan
cukup hengkang bayang
tak pelak lagi
menang
memang, gamang dan enggan tak cuma sekeranjang
tapi bergudang
lebih keras daripada si intan lajang
ia...garang
dan bukan sembarang
hendak berdiri hati ini
berbisik pada negeri yang berisik
bangkit dan berkutik
lelah jiwa tak beriba,
puing relung yang menggunung
menyeretku tuk berkidung
mendengung
namun, bahtera ini terus berlayar
menebar tegar segar dan sabar
sadar 'kan Sang Penawar
tlah bunuh sgala buyar
Blimbingsari-Yogyakarta, 29 Mei 2004
Kamis, 18 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
wo...
cah bagus tapi nakal, ra mencantumkan sumberny
ntar kena undang2 copyright bab per-plagiat-an loh
:p
Posting Komentar