telah ditamankan kemerdekaan
segala despot
takkan meruntuhkan
mimbar kami
[taufik ismail, 1966, jatuhnya orla]
ket: despot=>kekuasaan yg zhalim
Sastra untuk cita rasa, sastra kadang bersebrangan dengan ilmu-ilmu eksak. tapi coba tengok lagi masa-masa yg telah lalu dan terlewati. para raja, panglima perang, pemberontak dan rakyat jelata. punya cara sendiri dalam mengungkapkan perasaannya. KATA.
Sang bapak Memainkan gambang
dengan sang anak meniup seruling
Tidak terlalu keras, hanya lirih lirih saja
Terciptalah gaung suasana yang adem dan tentram
Sekali-sekali burung cucakrawa mengicau
lirih, sang anakpun ikut menyanyi
Sepat domba kali oya
ojo dolan lang wong pria…
Akan terasa satu suasana aneh yang datang dari arah yang agak jauh
Tidak bisa dijelaskan suasana apa itu,
Tapi ada perasaan damai.
Itulah ROSO….
[Umar Kayam, Jalan menikung hal 105]